Hidup makin keras ya

April 8th, 2008 by upit

hari merangkak pedih

karena harga-harga naik semua

ibu-ibu menjerit, anak-anak tak menyusu, ayah bekerja hingga

tulang mengering,

makin tak sehat jiwa ini karena perutpun tidak pernah terisi kenyang

pergi

February 25th, 2008 by upit

andai saja kata dan hati tidak terucap
tentu hati ini bergeming,

untuk apa datang
jika sesaat pamit

tinggalkan saja

Single Parent, Huaaaahhh!

February 3rd, 2008 by upit

Akhir-akhir ini aku tergila-gila pada lagu Letto yang judulnya Sebelum Cahaya. Lagu itu kini menjadi soundtrack nya Sinteron Cahaya di RCTI. Bukan karena lagunya bagus-bagus amat, tapi lagu itu adalah lagu yang penuh cinta dan berlirik memikat hati. Coba simak deh :

ku teringat hati
yang bertabur mimpi
kemana kau pergi cinta
perjalanan sunyi
engkau tempuh sendiri
kuatkanlah hati cinta

ingatkan engkau kepada
embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
ingatkan engkau kepada
angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta

kekuatan hati yang berpegang janji
genggamlah tanganku cinta
ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
temani hatimu cinta

ingatkan engkau kepada
embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
ingatkan engkau kepada
angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta

ku teringat hati
yang bertabur mimpi
kemana kau pergi cinta
perjalanan sunyi
engkau tempuh sendiri
kuatkanlah hati cinta

ingatkan engkau kepada
embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
ingatkan engkau kepada
angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta

nah sekarang, bayangkan, lagu seindah itu ( tlg abaikan kualitas vokalnya hehehehe) aku nyanyikan bersama gadis cilik bermata bulat berambut ikal yang baru berusia 3, 5 tahun.

si gadis kecil yang tak lain adalah anakku itu bersemangat menyanyikan lagu indah itu walau dia tidak mengerti artinya. tapi sebaliknya dengan aku, aku menyanyikannya segenap hati karena lagu itu memang benar-benar lagu cintaku buat si harimau kecil ku itu.

Pelan-pelan air mata menetes. duh…Tuhan, beginikah cinta Ibu pada anaknya? tidak terbatas, seperti samudera, seperti langit, seperti air yang mengalir ….tidak ada sedikitpun keberanian untuk meninggalkan si harimau kecil ku itu, bahkan untuk sejenak menyembunyikannya dari helaan nafasku. duh..duh..kupikir inilah jatuh cinta ku pada manusia yang tidak pernah habis-habisnya.

Untuk si kecil keriting itu aku rela berdarah-darah kerja  tak mengenal matahari, mengenal bulan, tak mengenal jam lembur, tak mengenal hari libur nasional. (tapi mengenal gajiaaaaaaannnn….) Yang aku tahu aku sudah tidak punya masa depan lagi, karena sekarang ini adalah masa depannya, masa depan si kecilku itu. Hidupku sudah habis ketika dia lahir ke dunia ini. Tangis dan darah yang tumpah dan cinta keluargaku yang kukhianati, adalah harga yang harus ditebus untuk merasakan cinta tak terbatas seperti ini.

Tapi, sebagai emak lajang, alias single parent, aku tentunya punya banyak keterbatasan.

apa saja keterbatasan itu??

Hidup Tanpa Rasa?

September 13th, 2007 by upit

Perjalanan hidup tidaklah pernah ditebak.Kadang kita sedang merasa diatas angin, kadang angin diperut kita, kadang kita buang angin, hehehehe…

Seperti saat ini, aku kembali seperti dulu hampir tiga tahun lampau. Menjalani hidup dengan keriangan dan semangat duniawiah yang menggebu. Bedanya, dulu aku hidup dengan luka menganga yang membuat wajah menjadi keras tiba-tiba dan air mata yang suka mengalir diam-diam. Kini aku jalani hidup dengan gaya yang lebih santai, tapi tetap berorientasi pada keduaniawian dan anakku. Urusan hati dan perasaan sudah harus aku masukan dalam kotak hitam dalam-dalam, rupanya. bukan apa-apa, rasa itu sudah hilang melayang. tapi gak apa, hidup terasa lebih tenang dan adem. hehehehe

petualanganku

August 29th, 2007 by upit

……………………………..
jalan setapak, beringsut, menerkam, bertahan hidup…

………………………….
mencari jawab, mencari kekuatan, terjerembab, dan berjalan lagi..

…………………….
sisi hitam tetap ada, sisi putih masih banyak….tapi aku tetap kelam

………………………
pada ujung jalan ini aku menarik nafas panjang, dan terjerembab,
betapa lelahnya aku pada perjalananku.
sejenak bolehlah menyandarkan kepalaku
memandang hitam bola mata anakku.
mencium punggung tangan ibuku yang berbau doa
menghela kepala pada bantal

oh lelahnya aku, andai aku masih kanak-kanak, yang dijaga tangan kekar ayahku
dan berselimut kasih ibu.. alangkah nikmatnya..

August 11th, 2007 by upit

kamu pernah bergosip? atau pernah digosipin??

pasti semua orang akan memilih menggosip dibandingkan jadi orang yang digosipin. hehehehe

dulu sekali aku males ngegosipin orang. paling sebatas ngomongin yamg sifatnya membangun. hehehe..apaan tuh. tapi akhir-akhir ini. terutama sejak 2 tahun terakhir, aku jadi penggosip juga. dari sekedar mendengar, lalu lama-lama jadi penggosip. hih upit!!!!

mula-mula aku menggosip dengan perasaan bersalah. terutama karena aku tidak mengkonfirmasi gosip yang berredar itu pada pihak pertamanya. tapi lama-lama aku jadi menikmati menggosip. apalagi  jika sebatas pekerjaan kantor saja.

sayangnya akhir-akhir ini arena gosipku mulai merambah kehidupan pribadi orang lain. aku mulai mencari gosip hangat berkaitan dengan seseorang yang paling hot. huh…. keingintahuanku menjadi semakin liar. tapi setelah menggosip aku tidak berani menatap muka yang tergosip, karena rasa bersalahku masih ada.

parahnya lagi, aku jadi menjaga jarak yang digosipkan. karena aku takut dia mendeteksi pikiran busuk yang ada di kepalaku ini. selain itu aku tidak mau si tergosip mendekati aku dan lalu jadi curhat. karena kalau sudha curhat, aku gak mungkin aku gosipin lagi. aada beban moral ketika seseorang bercerita pada kita. gak mungkin kan kita mengkhianati kepercayaan orang itu..

tahu gak yang paling parah? aku tiba-tiba mendapat gosip tentang salah seorang anak yang manis di kantor. gosipnya kejam luar biasa. tapi bukan tanpa dasar. disitu aku tiba-tiba terhenyak. anak sekecil dan semanis itu bisa juga jadi korban gosip. tapi masalahnya, banyak fakta dan bukti yang mengarahkan dia pada kebenaran gosip. mungkin tidak 100 persen, mungkin 75 persen. cuma kali ini aku tidak berani menggosipkan lagi. pertama karena dia anak yang paling manis sedunia, kedua, mungkin sekali dia terpaksa menjalani itu karena kondisi keluarga atau latar belakang lain yang kita tidak tahu. dan terakhir, aku sempat mengalami sedikit kejadian yang mirip dengan dia, dan aku tahu bagaimana stressnya dalam posisi seperti dia.

aku cuma berharap dia mau belajar dari pengalamannya, apapun yang terjadi pada dirinya. dan kali ini, keinginan menggosip itu harus aku tindas habis. yah mungkin aku ini tipe penggosip yang agak selektif. hanya gosip-gosip ecek-ecek saja yang aku terima. yang berat-berat biar jadi rahasia alam.

hidup gosip???

btw, benar gak sih kalo mereka pacaran??? hihihihihihi

Seperti merak jual pesona

August 7th, 2007 by upit

Membuka diri itu sulit, sama seperti sulitnya membuka botol hehehehe

Apalagi jika sebelumnya kita punya pengalaman yang sangat traumatis. (pernyataan diatas memang tidak nyambung hehehe)

Tapi akhir-akhir ini saya mengenal seorang pria yang terhitung bengal, badung dan mirip dinosaurus, pecinta perempuan sejati.
Anak ini terlalu percaya diri sebagai pria, dia pikir dia bisa menaklukan semua perempuan di muka bumi ini. Hih…dia pikir siapa? jadi males ketemu orang seperti ini.

Tak kulirik gaya dia sedikitpun. Gaya nya yang sok don juan itu. Gayanya yang sok merayu seperti penjual kain di pasar. Hm…tidak tau dia berhadapan dengan mesin penebar luka seperti aku hehehehe

Pelan-pelan dia mendekat, semua kemarahan dan kecurigaan pada priapun aku umbar. Aku juga sibuk menghakimi ke pd an dia yang agar over. 

Lama-lama aku tau, anak itu ternyata pernah luka juga karena perempuan dan sebagai kompensasi dia mengumbar pesona dan rayuan kemana-mana. itu adalah cara dia untuk membuktikan bahwa dia sangat menarik sebagai pria, suatu hal yang dinistakan oleh pacar dia dulu.
Aku akhirnya mengerti, ada juga laki-laki ternyata punya cara untuk melindungi dirinya sendiri. sama seperti perempuan. 

Tapi temanku itu not so bad lah.. dia emang bengal luar biasa. Tapi dia teman yang sungguh menyenangkan dalam perjalanan hidup. banyak cerita yang hanya bisa aku bagi pada dia, sebagai sama-sama orang yang pernah punya pengalaman tidak enak dalam hidup.

Persamaan kami ada, sama-sama suka jalan ke alam dan sama-sama gak suka jeroan hihihihi…

sayangnya perbedaan kami terlalu tajam, religi! huuuh capek deh…

14 Juli 2007

July 14th, 2007 by upit

Sore hari di jakarta,

napasku menjadi sesak, hanya gara-gara pemandangan baru.

lebih sesak karena komunikasi yang dibangun, tidak bersambut.

Ah..tapi siapa peduli lagi?

hati ini cuma sekeping kue, bisa dibuat dan dibanting sesukanya.
Peduli amat apa yang kamu lakukan…enyah saja

Perjalanan Ke Kaltim&Kalbar

June 4th, 2007 by upit

Setelah setahun lebih tidak berperjalanan, akhirnya aku bisa juga kembali berjalan. Kali ini aku ke Pontianak, Kalimantan barat dan juga Balikpapan, Kaltim.

Pontianak…hm..kota ini adalah kota tua yang rasanya lambat berbenah. tapi sungguh aku suka. Karena dominasi budaya tionghoa dan melayu masih terasa di sana sini.
Budaya tionghoa sangat kuat aromanya di sepanjang jalan Gajahmada. Disana kita bisa menemui para engkoh tua penjual minuman dingin, yang aku lupa namanya. kata kawanku adi saputro, minuman itu dipercaya orang buat menghilangkan segala kepenatan.

Di sepanjang jalan hijas dan gajah mada, ada banyak warung kopi yang menyediakan aneka macam sarapan. Warung kopinya macam-macam, ada yang khusus menyediakan menu khusus bagi warga tionghoa. Menunya lucu - lucu, bubur babi misalnya. tapi Ada juga warung kopi yang menunya makanan melayu. Suasana pagi di pontianak rasanya tidak pernah sepi. apalagi masing-masing kopi punya penggemar tersendiri. Ada yang pengunjungnya kontraktor, ada juga yang isinya pedagang semua.

Balikpapan?

haa…tidak disangka kota ini cantik, walau nuasa modern sudah terasa dimana-mana. Gedung pemerintah, mall, jalanan nan bersih tak beda dengan kota-kota besar lainnya di jawa. Padahal kota ini bukanlah ibukota kalimantan timur. Tapi kekayaaan balikpapan sebagai kota minyak menyulap kota ini jadi lebih perkasa dan modern dibandingkan samarinda, sang ibukota. Di balikpapan ini Polda dan Kodam Tanjung pura berdiri. Tapi katanya kantor Gubernur tetap di Samarinda. lucuuu sih..

Bicara keindahan, pantainya lumayan cantik, selain itu balikpapan termasuk kota yang berada di dataran tinggi. huaaah…cantik sekali.

Aku dan lisa sempat liputan ke taman wisata hutan bukit bangkiray.

Disana aku ketemu jembatan kanopi yang tingginya 30 meter dari tanah.Hm..kupikir aku takut naik. Ternyata ketika sudah diatas, rasanya enggan turun. Bayangkan kita bisa melihat hamparan hutan kalimantan yang waaaahhh …hijau…..dan tajuk pohon terlihat lumayan rapat. Aduh ini bikin aku rindu jalan-jalan lagi ke alam bebas. Tapi tau gak, sepanjang perjalanan ke bukit bangkiray itu aku melihat ratusan pohon sedang ditebangi dan diangkut dengna truk-truk besar. Katanya sih itu hutan industri. tapi kan.. rasanya belum tanda-tanda akan direboisasi. Lagian, kalopun di reboin sasi, berapa lama lagi tumbuhnya.
menurut temanku Wahyu hidayat yang kontributor trans tv, mafia kayu setiap tahun menggerogoti kayu-kayu kalimantan. Kayu bangkiray, meranti, habislah..

duh..sedih…sedih…..

Di balikpapan, aku sempat terpikat oleh profil keluarga muda. Keluarga itu adalah kakak lisa, reporterku. Mereka punya empat anak yang jaraknya sangat berdekatan.Anak pertama terlahir kembar, lucu-lucu dan keren.Sementara itu anak kedua, laki2-laki, bernama raka, keren dan sangat macho . yang terkecil adalah shita. Walaupun paling cantik, tapi dia tumbuh jadi gadis yang lumayan macho.

Duhai..senang sekali melihat keempat anak cerdas itu. apalagi mereka tak ragu-ragu lagi diajak taping live on tape untuk reportase pagi. Oya, sekarang aku jadi manusia kalong. yang kerja dari jam 9 malam sampai jam 7 pagi.

Senangnya bisa jalan-jalan lagi…..

Buat Sendirian

May 29th, 2007 by upit

sahabat jiwa melebur di udara,
angin membawanya lari ke langit ke tujuh

sahabat jiwa itu tak pernah benar-benar datang, tapi juga tak pernah benar-benar pergi..

aku,sendirian berkalang sepi
tapi cintaku semakin kuat dihajar badai

tapi biarlah begini..

karena aku hanya seonggok sampah dari masa lalu

yang mencoba tegak melawan takdir
perempuan pongah tapi rapuh
berdiri sendiri sempoyongan
yang cintanya terbawa angin sepi dingin

si pongah itu bahagia tapi sepi

simpan kata-kata ini, untukku

mei 30 , 2007